Etika adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran seperti mereka, tetapi juga untuk menyelidiki manfaat atau keuntungan dari semua perilaku manusia (Asmaran).
Politik menurut Karl W. Deutch sebagai persoalan bagaimana orang menentukan nasibnya melalui pembuatan keputusan menggunakan fasilitas publik. Kemudian Harold D. Lasswell menyebut bahwa politik adalah tentang siapa mendapat apa dengan cara bagaimana.
Dari pengertian etika dan politik oleh para ahli diatas, maka sebagai pembaca kita dianjurkan agar dapat memahami bahwa etika dan politik merupakan kesatuan yang padu. Penulis menyampaikan demikian agar pembaca benar-benar dan sungguh-sungguh ingin mendapatkan nilai dari apa yang dibaca oleh para pembaca.
Seseorang yang berpolitik harus memiliki etika dan memahami rencana politik yang ingin dijalankan, agar antara etika dan politik tidak berseberangan seperti gelombang ombak dan sampan yang hendak berlayar. Sebagian politikus selalu ceroboh dalam tindakannya, tidak karena disengaja, namun beberapa dari politikus saat ini kurang memahami etika yang melekat pada dirinya berbeda terbalik dengan praktek politik yang sedang dijalankannya, sehingga akan mengakibatkan politikus tersebut terjerat dalam jerat yang dia pakai.
Maka dengan itu, tulisan ini bertujuan untuk mengajak para politikus agar tidak bermuka dua atau bahkan berbadan dua. Sebab, dalam politik waktu tidak terlalu penting, dengan demikian jangan sampai saudara-saudara politikus menghabiskan masa tua dengan rakyat yang berpura-pura lupa bahwa kita pernah ada pada masanya. Mengapa penulis meyampaikan demikian? Sebab kenyataan politik hari ini dan seterusnya akan dimuat dalam satu paket berbentuk opini yang akan ditujukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang hidupnya tidak bergantung pada politik namun sangat mempengaruhi champion politik. Siapakah mereka? mereka adalah para buruh, tenaga harian lepas dan para penjaga warung-warung kopi.
Politik identitas adalah proses sosial dan interaksi sosial yang dibetuk melalui sistem sosial bawah sadar manusia, sistem ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam menghadapi berbagai macam arti masalah sosial yang terjadi (Stuart Hall). Sebagai manusia atau kelompok manusia yang tidak bergantung pada politik serta tidak hidup dengan kebijakan politik kita dituntut agar menjadi ladang kepercayaan sosial kita pada umumnya, maka dari itu penulis menyampaikan melalui tulisan ini mari bersama-sama menjadi kekuatan baru dengan membentuk identias sosial agar hidup atau redupnya seorang politikus ada di tangan kita bukan seperti halnya hari ini hidup identitas sosial berada di tangan politikus. bagaimana cara melihat baik atau tidaknya politikus itu? Tentunya dengan cara yang penulis uraikan diatas yaitu perhatikan etikanya dan bandingkan dengan politik yang sedang dijalankannya, jika tidak sesuai maka politikus itu adalah sosok yang bermuka dua dan jikalau beliau perempuan tak lama lagi akan berbadan dua.


0 Comments